Sajak Berwarna Ungu

Dalam ingar-bingar, satu kata terangkai.

Dua kata, ketika gedung menggelap.

Dibalut kemeja ungu,

napas terengah,

peluh yang hendak menetes, tertahan.

Ibarat pro-kontra.

Aku lelah, namun jiwaku enggan.

“Sebentar saja,” katanya.

 

(Jumat malam bulan Oktober, 2016)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s