4 O’CLOCK

Line! 

Line! 

Line! 

Aku menutup mata sejenak. Ponsel yang sejak tadi kugenggam masih bergetar sambil mengelukan bunyi nyaring. Kupeluk kedua lututku, ibu jari tangan kananku menekan tombol kunci di ponsel.

I need to rest. I need to be alone. 

Setelah merasa lebih baik, kusandarkan punggungku pada dinding di sampingku. Kuluruskan kedua kakiku ke depan. Dan sekarang, yang kulihat di depan mataku adalah jendela kamarku yang tertutup tirai. Aku selalu suka posisi ini, menghadap jendela.

Jam berapa sekarang?

Tanpa menghiraukan ribuan benang kusut yang berkelebat rumit di kepala, aku menekan kembali tombol kunci di ponselku. Pukul 22.26 WIB. Ah, aku belum bersiap apapun untuk tidur. Biasanya aku bukan burung hantu yang terus terjaga hingga tengah malam. Aku butuh jam tidur yang banyak untuk bisa bangun pagi. Tapi, malam itu…aku hanya ingin tetap terdiam.

Untuk beberapa menit aku terdiam, sibuk dengan pikiranku sendiri. Dan ketika aku lelah sendiri dengan apa yang kupikirkan, kuusap layar di ponselku sehingga menampilkan timeline.

 

 

 

 

BTS Festa hari ini sudah keluar! R&V – 네시 (4 O’CLOCK)

 

Oh? BTS Festa hari ini gilirannya Taehyung? 

Aku sempat terkejut. Namun, setelah memasang headset, sejurus kemudian segera menelusuri link dari akun BTS WORLD tersebut. Link tersebut langsung membawaku ke soundcloud dan langsung menampilkan laman lagu tersebut.

어느 날 달에게 (oneu nal darege)

길고긴 편지를 썼어 (gilgogin pyeonjireul sseosseo)

Napasku tercekat. Tepat di detik pertama suara berat Taehyung berbisik di telingaku. Hawa di sekitarku tiba-tiba berubah. Aku menarik kembali kedua kakiku dan memeluknya. Tenggorokanku terasa memanas. Aku berkali-kali memaki dalam hati.

Sial. Kenapa waktunya tepat banget? Kenapa lagunya harus yang mellow begini? 

너보다 환하진 않지만 (neoboda hwanhajin anjiman)

자근 촛볼을 켰어 (jageun chotbureul kyeosseo)

Dari beberapa baris lirik yang telah kudengar, aku sama sekali tidak bisa membayangkan isi lagunya. Kata yang kuketahui artinya hanyalah 어느날 yang artinya suatu hari, 편지 yang artinya surat, 너보다 yang artinya dibandingkan denganmu, dan 자근 yang artinya kecil. Tapi, dalam kebutaanku, aku bisa merasakan mataku yang mulai menampung air.

어스름한 공원에 (oseureumhan gongwone)

노래하는 이름모를 새 (noraehaneun ireum moreul sae)

Where are you

Oh you

Air mataku tumpah. Tepat di saat where are you. Aku tidak memikirkan siapapun, namun, entah mengapa aku merasakan kesedihan yang sangat dalam dan tiba-tiba. Entah karena aku lelah, entah karena aku merindukan seseorang yang tidak tahu siapa, entah karena suara berat Taehyung dan iringan gitar yang terdengar sangat indah. Aku menangis.

Aku memandang kembali laman lagu tersebut yang menampilkan sampul albumnya. Mereka jenius. Aku terus menangis. Jendela putih dan bayangan dahan pohon serta warna biru keunguan yang menggambarkan langit malam. Rasanya sangat serasi dengan lagunya. Lagu ini benar-benar memiliki kisah di dalamnya.

왜 울고 있는지 (wae ulgo inneunji) (why are you crying?)

여긴 나와 너 뿐인데 (yeogin nawa neo ppuninde)

Me and you

Oh you

Tangisanku semakin deras ketika Taehyung bertanya mengapa aku menangis. Rasanya kali ini aku bisa meraung. Aku…tidak tahan lagi. Aku tidak mengerti mengapa bisa sesedih ini….

Setelahnya, aku benar-benar tidak bisa menahan air mataku lagi. Kubiarkan mengalir deras. Aku tidak lagi menyekanya dengan punggung tangan. Pada saat itu kuputuskan untuk segera mengunduh lagu ini. Segera kutekan kembali tombol kunci di ponselku dan mengusap layarnya. Kubuka twitter dan langsung kucari akun resmi @BTS_twt untuk mencari tweet mereka yang menghubungkan langsung ke blog mereka. Setelah kutemukan, aku langsung membuka lamannya.

Waktu lagu We Dont Talk Anymore Pt. 2 rilis beberapa minggu lalu, aku tidak berhasil mengunduh lagunya langsung dari blog resmi mereka. Namun kali ini…aku benar-benar berharap banyak. Tersedia tiga link untuk mengunduh. Aku mencoba ketiganya, namun tidak ada yang berhasil. Semuanya servernya down.

Apa yang harus kulakukan? Aku benar-benar harus memiliki lagu ini di ponselku….

Aku menggigit bibir. Menahan tangis namun gagal. Tangisanku semakin deras. Tangan kananku tak henti-hentinya membanting ponsel di atas kasur. Kutatap langit-langit, dan bulir air mataku tumpah ke kedua sisi wajah.

Bahkan ketika Namjoon memulai bagian rapnya, vibe dari lagu ini tidak berubah sama sekali. Rasanya tetap terdengar sangat sedih dan mendalam.

Lagu itu terus terputar berulang-ulang. Air mataku mulai mengering. Kini aku berbaring menyamping di kasurku, menatap dinding yang sepi. Dan dalam alunan yang menyayat hati itu, kedua mataku, tanpa kusadari, perlahan terpejam.

Aku terbangun oleh nyanyian Namjoon di telingaku.

Awalnya, aku sempat merasa asing dengan lagu itu. Namun akhirnya aku mengenal kembali nada yang membuatku memilu semalaman. Kamarku gelap. Tirai jendela tentunya belum kubuka.

Jam berapa sekarang? 

Ibu jari tangan kananku menekan tombol kunci. Ah, pukul 3.47 WIB. Ternyata masih sangat pagi.

Pagi itu…aku tidak mengantuk. Aku bangkit dan duduk menyandar menghadap jendela. Kudengarkan kembali lagu itu hingga pukul empat.

Tadinya, aku ingin pergi ke lantai atas dan melihat fajar dari sana. Namun, aku terlanjur sadar kalau fajar tidak bisa terlihat dari atas sana karena tertutup bangunan lain.

Pagi yang sepi. Orang-orang yang masih terlelap. Suara kicauan burung. Kamarku yang gelap. Selimutku yang hangat. Aku yang terduduk menghadap jendela. Irama gitar yang merdu. Suara Taehyung yang berbisik. Nyanyian Namjoon yang menenangkan. Perasaan sedih itu. Kehampaan itu.

Aku memang tidak menangis lagi ketika mendengarkan lagu itu. Namun sampai sekarang pun, ketika mendengarkan lagu itu, meskipun tidak menangis, aku masih bisa merasakan kesedihan yang mendalam itu. Entah karena aku lelah, entah karena aku merindukan seseorang yang tidak tahu siapa, entah karena suara berat Taehyung dan iringan gitar yang terdengar sangat indah.

.

.

It is both a blessing

And a curse

To feel everything

So very deeply


d.j


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s